JAGALAH SEMANGATMU

(Amsal 12:18)  

Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. 
Api punya kecenderungan untuk padam, ketika terkena hembusan angin kencang atau ketika bahan bakar habis, maka api bisa padam‎.
Misalnya ketika membuat api unggun,‎ jika ingin menjaga agar api tetap panas dan menyala,‎ kita perlu memberinya bahan bakar, kita juga perlu melindungi nya dari hal² yang bisa membuatnya padam.
Ibarat api yang menyala, ‎seperti itulah gambaran motivasi dalam hidup kita.

Motivasi kita bisa menyala² tetapi ‎bisa juga padam;‎
Dalam waktu tertentu kita bisa begitu bersemangat, tapi ‎di lain waktu kita bisa sama sekali tdk bergairah.
Faktor yang menentukan adalah "bahan bakarnya”, dan‎ apakah kita bisa menjaga api itu dari hal² di luar yang bisa memadamkan motivasi kita.
Di dunia ini ada dua jenis orang yaitu:

“Penyala Api dan Pemadam api”

Penyala api adalah mereka yang berusaha untuk menjaga api motivasi kita tetap panas dan menyala, ‎sedangkan Pemadam Api adalah org yang menyiramkan sikap pesimis dan negatif kepada kita
Bagaimanakah cara membedakan penyala api atau pemadam api?‎
Dari Perkataannya...‎

Ketika kita sedang berjuang melakukan sebuah pekerjaan yang besar, pemadam api ‎akan berkata:
“Itu mustahil, ‎kamu tidak akan bisa melakukannya.‎
Kamu pikir kamu itu siapa? ‎Jangan lakukan itu, ‎
kamu akan gagal...”

Sadarilah bahwa para pemadam api ini selalu melihat pada apa yang tidak mungkin daripada apa yang mungkin,‎
Mreka pandai menemukan hal² buruk dari seseorang
Mereka tidak senang melihat orang lain berhasil,‎
Mereka menghalangi orang lain mencapai potensinya dengan berusaha memadamkan api motivasi mereka.

(Markus 9:23)

Jawab Yesus: 
"Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
《Percayalah bahwa di dalam Dia tdk ada yang mustahil》

Jika kita ingin api motivasi tetap menyala, maka habiskanlah waktu lebih banyak dengan penyala api, ‎yaitu orang² yang selalu berkata positif dan mendukung impian² kita

(1 Korintus 15:33) 

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 

(Amsal 13:20)  

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. 
Tetaplah optimis,
Bahwa tdk ada yang mustahil bagi orang percaya sebab bersama Yesus kita dapat melakukan perkara yang besar.

(Roma 8:28)  

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

(Filipi 2:13)  

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 

__Goϑ ϐlešš Yoυ__

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI