LIHATLAH APA YANG DISAMPAIKANNYA, BUKAN SIAPA YANG MENYAMPAIKANNYA

(Ibrani 2:1)  

Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Firman di atas mengajar kan kita agar tidak melihat/menilai suatu perkataan seseorang dari "siapa" yang mengatakannya, melainkan "apa" yang dikatakannya. 

Jika yang disampaikannya adalah kebenaran, tidak ada alasan untuk kita menolaknya apa yang disampaikannya. 

Jadi sebelum kita menerimanya kita perlu meneliti dan chek n rechek terlebih dulu,
Apakah yang di sampaikan itu sesuai dgn Firman Tuhan atau tidak

(1 Tawarikh 15:15)  Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa, sesuai dgn firman TUHAN.

*Seperti yg di perintahkan oleh Hamba Tuhan siapa pun..namun yg terpenting apakah itu sesuai dgn Firman Tuhan atau tidak !!

Namun faktanya, kita lebih sering menilai kualitas suatu perkataan lebih mrnitik beratkan dari siapa pembicaranya dan bukan apa yg dibicarakannya. 

Pun saat kita menerima nasihat atau saran, kita selalu sulit untuk menerima nasihat atau saran seseorangjika orang yang memberikan nasihat itu memiliki kedudukan yg lebih rendah daripada kita.

(Yakobus 2:1, 4-5, 9)

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kpd Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?
Dengarkanlah, hai saudara² yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang² yg dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? 
Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Orang kaya sulit menerima saran dari orang miskin, orang yang pendidikannya lebih tinggi sulit diingatkan oleh org yg pendidikannya berada di bawahnya, orang yang lebih tua sulit menerima masukan dari orang yang lebih muda. Semua itu karena kita menganggap diri kita merasa lebih tahu banyak hal. 

Kita sering merasa lebih kaya, merasa lebih pandai, merasa lebih berumur lebih tahu asam garam kehidupan, merasa lebih paham dalam hal apapun dari orang yg kedudukanya lebih rendah dari kita.

Jangan hanya karena seorang orang yang memberi nasihat adalah seorang Doktor, lantas kita menganggap semua yang di ucapkannya adalah kebenaran yang mutlak tidak ada cacat
Lalu, hanya karena orang yg memberi nasihat adalah orang yg biasa-biasa saja, lantas kita menganggap ucapannya tidak berkualitas.

1 Korintus 1:27-29 (TB)

27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorg manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 

Allah bisa memakai siapa saja untuk menyampaikan persanNya kpd kita bahkan bisa memakai se ekor keledai

(Bilangan 22:30-31)

Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: 
"Bukankah aku ini keledai mu yg kautunggangi slama hidupmu smpai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" 
Jawabnya: "Tidak."
Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia & sujud. 

Namun, ada beberapa individu yang lebih parah, ada org yg sama sekali tidak mau untuk menerima nasihat dari org lain, yang punya prinsip;

Ini hidup saya, suka-suka saya dan menganggap orang lain tidak punya hak untuk mengkoreksi pola pikirnya, pdhal pd dasarnya manusia yang saling membutuhkan satu sama lain.

(Kejadian 2:18)  

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. 
Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

(Amsal 15:22)  

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak. 

Maka dari itu, ayo, mulai sekarang kita saling mengingatkan, saling menasihati satu sama lain. Jangan menganggap hidup kita telah sempurna & sdh tdk membutuhkan org lain

(1 Korintus 8:2)  

Jika ada seorg menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.

(Galatia 6:1-2)

Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, 
maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI