JANGAN HIDUP DALAM KEBENCIAN



(1 Yohanes 4:20)

Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 

* Ada seorang teman berbisik kepada ku saat melihat kehadiran teman : "Bro, lihat tuh gayanya. Sok merasa dirinya paling berkuasa seantero jagad. Aku paling benci melihat kehadirannya
Jika bukan karena pekerjaan, lebih baik aku menyingkir dari sini. 
Lama² aku bisa muntah melihat gayanya..." 

Ungkapan kebencian yang spt ini sering kita dengar dalam pergaulan se-hari² 
Malah barangkali kita sendiri pernah mengucapkan kalimat tersebut disebabkan ketidaksukaan kita kepada seseorang.

Sesungguhnya rasa benci pasti pernah dialami oleh siapapun juga. 
Hanya kadarnya saja yang berbeda. 
Ada yang hanya benci biasa namun ada yang bencinya sangat besar

Ada yang sekadar tidak suka dengan gaya penampilannya, namun ia mampu menyembunyikan dengan penampilannya yang pura² baik.
Ada juga yang lebih frontal menunjukkan kebencian nya dengan menampilkan aksi buang muka, menghindar, mencibir atau bahkan langsung mengucapkan kata² pedas kepada yang bersangkutan

Jangan sampai kita terjebak dalam pusaran kebencian yang tiada akhir. Rasa benci itu tidak boleh membuat kita menjadi gelap mata atau marah berlebihan sehingga menciptakan permusuhan bahkan hingga pada tindakan.

(Kejadian 4:5-8)

tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. 
Lalu hati Kain menjadi sangat panas & mukanya muram
Firman TUHAN kpd Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 
Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." 
Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 
 
Kebencian tidak boleh dibiarkan mengendap menjadi sebuah bukit beracun, yang membuat kita nekad melakukan perbuatan yang akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, sahabat maupun orang lain

Faktor utama timbulnya perasaan benci, ketika orang lain melakukan suatu perbuatan yang tidak kita sukai yang melukai hati dan menyinggung prasaan kita

Tak ada satupun keuntungan yang diperoleh dari memelihara kebencian justru sebaliknya perasaan benci itu akan sangat merugikan diri kita sendiri.

Ketahuilah bahwa membenci itu menguras energi kita
Akhirnya kita capek hati.
Bukankah itu melelahkan?
Hidup kita menjadi tertekan dan menimbulkan perasaan tidak lega.

Padahal jika kita mau membuang rasa benci maka beban & tekanan itu akan hilang dalam hidup ini. Sehingga hidup kita akan menjdi lebih ringan, bukan?

Hidup yang indah adalah hidup damai tanpa kebencian, sebab rasa benci selalu berujung pada pertikaian & permusuhan.

Daripada kita membuang waktu dan tenaga untuk membenci orang lain, tentunya lebih baik jika kita mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan kebencian & memperbanyak cinta kasih. 

Orang yang selalu memelihara kebencian kepada orang lain adalah manusia picik yang hidup dalam penderitaan, ber-pura² bahagia namun batinnya sengsara.

Tidak ada jalan lain untuk menghilangkan kebencian kecuali kita tetap hidup dalam kasih karunia Nya 

(Ibrani 12:15)  

Jagalah supaya jangan ada seorg pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan & yang mencemar kan banyak orang

(1 Petrus 2:1)  

Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI