JANGAN HIDUP DARI KATA ORANG MAUPUN KATA DIRIMU SENDIRI, TAPI HIDUPLAH DARI KATA TUHAN SAJA



(1 Korintus 4:3-4)

Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku di hakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi. Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
                   
Ada seorang pemuda melakukan usaha dagang kapas.  
Pada pertama kali pemesanan barang, ia mengalami bencana badai yang tidak pernah terjadi dalam sepuluh tahun ini. 
Puluhan ribu ton kapas berjamur didalam gudang.
Sehingga ia mengalami kerugian besar.

Lalu ia pulang kekampung nya,
Ternyata usaha tempat penginapan orang tuanya juga mengalami kebakaran, keluarganya kembali menjadi miskin, orang tuanya terlarut dlm kesedihan, kemudian meninggal dunia

Akhirnya ia pergi kepasar untuk mencari peramal untuk meramal nasibnya, peramal berkata kepadanya, "Hidup Anda sdh di takdir kan, seumur hidupmu akan sulit berkembang dibidang karir"

Dia menjadi sangat sedih & kecewa, sehingga ia tidak mau melakukan apapun.
Akhirnya dia merasa lelah dengan kehidupan di dunia ini & ia coba bunuh diri dengan melompat ke sungai tetapi diselamatkan oleh orang lain, dia menceritakan kemalangan hidup yang dia alami kepada penolongnya, & penolongnya menasehati nya untuk menjumpai seorang guru yg bijaksana

Dia bertanya: "Guru apakah saya bisa terbebas dari nasib yang buruk ini?"

Guru itu menjawab nasib hidup itu ditentukan oleh diri kita sendiri.
Barangsiapa melakukan kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan, melakukan kejahatan akan mendapatkan penderitaan"

(Galatia 6:7)  

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. 
Karena apa yg ditabur org, itu juga yg akan dituainya.

Sang Guru meletakkan buah anggur di telapak tangannya dan bertanya : "Mohon beri tahu saya apakah anggur ini utuh?"

Pemuda berkata "Jika saya menjawab utuh, guru akan menghancurkan anggur ini,  tetapi jika saya menjawab tdk utuh, maka guru tdk akan menghancurkannya" 《dengan meremasnya》

Sang Guru berkata, "Jawabanmu itu benar, nasib manusia itu seperti anggur ini, ada dalam genggaman diri kamu sendiri dan itu tergantung keputusan dari diri kamu sendiri"

(Ulangan 30:19)  

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. 
Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

Sontak Pemuda ini jadi bersemangat kembali karena tercerahkan, setelah itu ia mulai berjualan lagi dipasar dan usahanya semakin berkembang.

Ini adalah sebuah kisah nyata. 

Semoga kita semua jangan gampang dengar nasihat dari dunia terutama yang buruk² akhirnya diri sendiri jadi putus ada & menyerah

(1 Korintus 15:33)  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 

(Amsal 13:20)  

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. 

(Yakobus 1:17)  

Setiap pemberian yg baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

(Yeremia 29:11)  

Sebab Aku ini mengetahui rancangan² apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, dmikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada mu hari depan yang penuh harapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI