PEMENANG KEHIDUPAN



Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku & majalah. 

Penjualnya ternyata melayani dengan sikap buruk. Mukanya pun cemberut.

Orang pertama jelas jengkel menerima layanan yang seperti itu. 
Tetapi yg mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak?"

Bukankah kita sendiri lah yang bisa menentukan atas kehidupan kita, 
bukan orang lain”

(Galatia 6:4-5)

Baiklah tiap² orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap² orang akan memikul tanggungannya sendiri. 

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali”, bantah orang pertama. 
Ia masih merasa jengkel.
“Ya, itu masalah dia. 
Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitan nya dengan kita. 

Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia yang mengatur & mempengaruhi hidup kita. 

Padahal kita sendiri lah yg akan bertanggung jawab atas diri sendiri”.

Namun sayangnya seringkali tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.

Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi.

Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. 

Kalau org lain pelita terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba² jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut.

Coba renungkan ! 
Mengapa tindakan kita harus diatur /dipengaruhi tindakan orang lain ?

Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu ?

(Roma 12:18-21)

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 
Saudara²-ku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 
Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dgn kebaikan! 

Jaga suasana hati kita sendiri
Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita itu akan menentukan cara kita bertindak ! 

Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik !

“Pemenang kehidupan” 
Adalah orang yang tetap sejuk di tempat yg panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meski pun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat ...

(2 Korintus 7:4)  

Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah²

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI