ALLAH TIDAK PERNAH MEMANDANG BULU



(Roma 2:10-11)

tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, per-tama² orang Yahudi, dan juga orang Yunani. Sebab Allah tidak memandang bulu.  

Di sebuah kantor penerbangan terpampang tulisan, 
"Orang bisa melupakan apa yang Anda ucapkan pada mereka. Orang bisa melupakan apa yang anda perbuat terhadap mereka. Tetapi mereka tidak akan pernah melupakan kesan yang Anda tinggalkan di hati mereka." 

Ternyata pihak penerbangan terinspirasi untuk memajang tulisan itu karena sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 Oktober 1998. 

Hari itu, pada penerbangan Trans-Atlantik, seorang wanita duduk di sebelah seorang pria berkulit hitam.

Si wanita nampak gelisah dan bertanya kepada pramugari apakah dia bisa duduk di tempat lain. Dia tidak mau duduk di sebelah orang yang tidak menyenangkan. 

Pramugari itu menjelaskan bahwa pesawat itu penuh, walaupun demikian ia akan memeriksa kalau² ada kursi yang kosong. 

Pria yang duduk di samping wanita itu tentu saja merasa tidak nyaman diperlakukan demikian, tapi ia mencoba menguasai dirinya dan tidak bereaksi negatif.

Penumpang lain yang memerhatikan kejadian itu turut merasa kesal, karena wanita itu telah bersikap kasar dan memandang rendah orang lain. 
Suasana di kabin terasa tegang, sementara wanita tadi nampak puas membayangkan kemenangannya, karena akhirnya ia bisa jauh dari pria berkulit hitam itu.
 
Beberapa menit kemudian pramugari itu kembali dan berkata, "Maaf Bu, seluruh kursi dikabin ini sudah penuh, kecuali di kabin kelas satu". 

Tapi untuk membuat perubahan saya harus mendapatkan izin dari kapten, dan menurut beliau, kami tidak seharusnya membiarkan penumpang duduk di samping orang yang kurang menyenangkan. Untuk itu beliau memerintahkan saya melakukan perubahan." Penumpang yang lain semakin kesal mendengar penjelasan sang pramugari, sementara wanita itu ber-siap² untuk pindah ke kelas yang lebih bergengsi. 

Tapi wanita itu terpaksa mengurungkan niatnya saat mendengar sang pramugari berkata kepada pria berkulit hitam yang duduk di sampingnya,

"Tuan, maaf kalau saya sedikit merepotkan Anda. Bersediakah Anda ikut saya pindah ke kabin kelas satu? 
Atas nama penerbangan ini, kapten mohon maaf karena telah memberi Anda tempat duduk di samping orang yang kurang menyenangkan!"

Mendengar itu seluruh penumpang yg ada di dalam kabin tersebut bertepuk tangan sambil berdiri memberikan penghargaan atas solusi yang dilakukan oleh awak pesawat. 

(Yakobus 2:1-4, 9)

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,
dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?
Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Ketika seseorang berlaku kasar, curang atau tidak hormat kepada kita, sesungguhnya orang itu sedang menciptakan masalah bagi dirinya sendiri dan kita tidak perlu terganggu oleh sikapnya.

Daripada capek memikirkan pembalasan, mengapa kita tidak menunjukkan keramahan dan kemurahan hati kita?

Tuhan mengajar kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. 

(Lukas 14:10-11)

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yg paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang & berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yg lain.
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Biarlah musuh kita merasa beruntung mengenal kita, dengan demikian mungkin ia mau berubah. 

(Roma 14:4, 10, 12)

Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. 
Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. 
Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI