JADILAH KUAT DAN BIJAKSANA MELALUI PROSES KEHIDUPAN



(Mazmur 119:71)  

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan²-Mu. 

Ada 3 Hal yang sangat menyedihkan adalah:

1) Saat kita jujur pada teman kita, tapi dia berdusta pada kita

2) Saat dia telah berjanji pada kita, tapi dia mengikarinya

3) Saat kita memberikan perhatian, namun dia tidak menghargainya.

Biarlah…...
- Jangan pernah menyesali atas apa yg terjadi pd kita,
- Sebenarnya hal yang kita alami sdg mengajari kita…

Saat teman kita berdusta pada kita atau ia tidak menepati janjinya pd kita atau tidak menghargai perhatian yg kita berikan, sebenarnya dia telah mengajari kita agar kita tidak berperilaku seperti dia!

Bila kita dibutuhkan hanya pada saat dia kesulitan, sebenarnya juga telah mengajari kita untuk menjadi orang yang arif & bijaksana, dimana kita telah membantunya pada saat dia sedang dalam kesulitan.

(2 Tesalonika 3:13)  Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kita alami, ataupun bertemu dgn orang yang menjengkelkan, egois & sikap yang tdk menyenangkan.

Dan memang tidak menyenangkan menjadi orang yang di kecewakan, di sakiti, tidak diperdulikan atau dicuekin, bahkan dicaci & dihina
Biarlah…
Sebenarnya orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih kita untuk menjadi orang yang sabar & mengajari kita untuk tidak berperilaku demikian.
Itu yang dinamakan dgn manusia menajamkan sesamanya

(Amsal 27:17)  

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. 

Itu semua diperlukan agar diri kita menjadi pribadi yg lebih kuat & bijaksana.

(1 Petrus 5:10)  

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 

Belajarlah dari Teladan Tuhan Yesus ;

(1 Petrus 2:21-23)

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tdk ada dlm mulutNya. 
Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; 
ketika Ia menderita, 
Ia tidak mengancam, ttapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Berlatih memaafkan orang, walaupun orang itu belum atau tidak minta maaf atas kesalahan yg telah diperbuatnya, 
Semua ini cara orang untuk melatih dirinya untuk menjadi bijaksana
Karena memaafkan orang lain sebenarnya adalah sebuah cara berbuat baik, dimana buah kebaikannya akan kembali pada dirinya sendiri

(1 Timotius 6:18-19)

Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Belajarlah bersikap seimbang,
Untuk tdk sedih walaupun difitnah, dan tidak bangga ketika dipuji; 
karena fitnah dan pujian itu pasti akan segera berlalu, mengingat hidup ini akan terus berubah. 

Ingatlah bahwa
Untuk menjadi orang yang bijaksana bukan karena di doakan atau karena ia adl. keturunan dari orang bijak, dan bukan karena tanggal lahir di hari yang baik; melainkan semua itu dari proses menyikapi permasalahan hidup, sehingga orang akan menjadi matang & dewasa melalui pengalaman hidupnya

Hidup adalah proses, orang hidup pada dasarnya belajar untuk menjadi lebih baik & bijaksana.

(Ayub 23:10)  

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. 

Semoga semua PERKATAAN dan PERBUATAN KITA MENGGEMAKAN KEBAIKAN 🌷🙏🎀💝

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI