KEBAHAGIAAN ITU ADA DALAM DIRI KITA



(Yohanes 7:38)

Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran² air hidup."

Seorang lelaki tua berjalan menuruni gunung, sendirian sembari membawa sebuah tas, kendi air & sebuah tongkat. Rupanya ia sedang mengembara ke kota.

Di ujung gerbang masuk kota, seorang anak muda mencoba merampas tongkatnya.
"Berikan tongkatmu, atau kupukul kakimu, pak tua", bentak si anak muda.

Lelaki tua itu tersenyum : Ambillah nak, mungkin kamu lebih membutuhkannya.
Anak muda itu segera mengambil tongkatnya.

"Itu kendi airmu juga. Kalau tidak, tongkat ini akan kupakai memukulmu."
"Ambillah nak, mungkin kamu lebih membutuhkannya." 
Lelaki tua itu tetap tenang sembari tersenyum lembut.

"Lalu apa isi tasmu itu? Berikan padaku. Atau harus kurebut paksa darimu."
"Ooh, isinya hanya 2 buah baju dan sedikit beras. Ambillah olehmu nak, mungkin kamu lebih membutuhkannya saat ini."
Anak muda itu dengan kasar mengambil tasnya lalu beranjak pergi. 
Si lelaki tua neneruskan langkahnya ke kota. Wajahnya masih tersenyum

Tanpa disangka, seorang wanita yang baru saja mengalami putus asa kehilangan suaminya, menyaksikan keadaan itu.
Lalu menghampirinya : Bapak tua, maafkan aku bertanya. 
Bagaimana kau masih bisa tersenyum seakan tetap bahagia, padahal semua kekayaan mu itu dirampas orang? Tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Lelaki tua itu berhenti, menatapnya dengan lembut dan berkata : Kebahagiaanku ada di dalam hatiku, anakku. 
Ia tak akan terampas oleh siapapun, karena aku menyimpannya jauh di lubuk hati.
Benda² di luar itu hanyalah bonus kebahagiaan saat aku memerlukannya. 
Tentu saja semua yang di luar itu akan mudah terampas oleh apa atau siapa pun di luar diriku. 
Sebab aku tak mampu menjaganya.
Aku tidak bisa membawa ke mana2 bonus sumber kebahagiaan di luar diriku. 
Namun kemana pun aku pergi, aku masih bisa membawa sumber kebahagiaan dalam diriku.
Apapun atau siapapun sumber kebahagiaan di luar dirimu adalah bonus yang akan datang dan bisa pergi kapanpun. 
Melekat kepada semua itu hanya akan mengombang-ambingkan perasaanmu sendiri.

Jaga dirimu, nak. 
Di lubuk hatimu masih tersimpan mata air kebahagiaan. 
Jangan biarkan keluar menjadi air mata kesengsaraan.

Lalu lelaki tua itu berlalu meninggalkan si wanita yang tercenung dalam diam.

(Yohanes 14:26-27)

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepada mu Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

(Yesaya 48:18)  

Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang² laut yang tdk pernah berhenti, 

Yesus lah sumber Berkat, di luar itu hanya Hasil dari Berkat itu sendiri

(Yohanes 1:3)  

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI