MASALAHNYA ADA DI DALAM DIRI KITA SENDIRI BUKAN DARI LUAR KITA



(Ibrani 12:14-15 )

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan & yang mencemarkan banyak orang

Kadang sepatah kata yang ketus akan membuat kita :
Sakit hati smpai ber tahun² sehingga keceriahan & kegembiraan yang selama ini ada di hati pun tersapu habis oleh sepatah kata tersebut.

Ketika orang bertanya mengapa kamu sakit hati?
Mereka akan menjawab: “kata-kata orang itu yang sungguh sangat menyakitkan hatiku..”

Benarkah kata-kata itu yang begitu menyakitkan?
Ataukah hati & perasaan kita sendiri yang terlalu lemah atau sensitif?

Sebenarnya persoalan ada pada diri kita sendiri ataukah dari faktor yang datang dari luar?

Kata kata ketus itu pun sebenarnya tidak ada apa²nya jika yang di dalam diri kita sendiri "baik² saja"

Permasalahannya adalah: Hati kita sendiri yang selama ini sudah menyimpan "luka" yang dalam sehingga itu yang menyebabkan kita ingin menutupi luka² tersebut dan kadang itu yang menyebabkan kita merasa rendah diri namun itu membuat penampilan kita menjadi terlalu tinggi.
Tinggi hati membuat : Harga diri, Gengsi, Keinginan dihormati, semua ikut menjadi tinggi.
Padahal itu akibat luka yang ada di hati kita sendiri

Tinggi hati membuat Anda merasa diri Anda, "Lebih" Terhormat, Lebih Mulia , dan Lebih Sempurna dan merasa "layak" di hormati & butuh diterima & di akui

Sikap inilah yang membuat kita gampang tersinggung, mudah sakit hati/tersinggung & mudah berprasangka buruk

Tinggi hati membuat kita ini rapuh dan sebenarnya membuat jiwa kita lemah.

Jika kita mau jadi kuat, Belajarlah bersikap Rendah Hati setiap saat, maka kata² ketus tidak akan berarti apa² bagi kita

Roma 15:1-3 (TB)

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 
Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri

Kerendahan hati membuat kita tenang² saja, Itu sebabnya Tuhan Yesus menyuruh kita untuk belajar dari pada-Nya

(Matius 11:29)  

....belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

(Matius 5:5)  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

(Amsal 18:12, 14)

Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. 
Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? 

(Maz.62:2) 

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI