MEMBERI adalah KEBAHAGIAAN HIDUP



(Kisah Para Rasul 20:35)

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Dia ini pernah menjadi orang terkaya di dunia.  
Miliarder pertama di dunia.

Pada usia 25 ia mengendalikan salah satu kilang minyak terbesar di AS.

Pada usia 31 ia telah menjadi penyuling minyak terbesar di dunia.  
Pada usia 38 tahun, ia menguasai 90% penyulingan minyak di AS.                                          
Pada usia 50, ia adalah orang terkaya di negara itu.

Pada saat dia meninggal, dia telah menjadi orang terkaya di dunia.

Sebagai seorang pemuda, setiap keputusan, sikap, dan hubungan disesuaikan untuk menciptakan kekuatan dan kekayaan pribadinya.

Namun pada usia 53 ia jatuh sakit.  
Seluruh tubuhnya menjadi tersiksa oleh rasa sakit dan dia kehilangan semua rambutnya.  

Dalam penderitaan total, satu²nya miliarder di dunia dapat membeli apa pun yang diinginkannya, tetapi dia hanya bisa mencerna sup dan biskuit.  

Seorang rekan menulis, "Dia tidak bisa tidur, tidak juga tersenyum dan tidak ada apa pun dalam hidup yang berarti baginya."

Dokter pribadinya yang sangat terampil memperkirakan dia akan mati dalam waktu satu tahun.  

Tahun itu berlalu dengan sangat lambat.
Saat dia mendekati kematian, dia terbangun pada suatu pagi dengan kesadaran samar² bahwa dia tidak dapat membawa kekayaannya ke dunia berikutnya

Pria yang bisa mengendali kan dunia bisnis itu tiba² saja menyadari ternyata dia tidak bisa mengendali kan hidupnya sendiri.  

Dia hadapkan dengan pilihan.  
Dia menelepon pengacara, akuntan, dan manajernya dan mengumumkan bahwa dia ingin menyalurkan asetnya ke rumah sakit, penelitian, dan pekerjaan amal.

Dialah John D. Rockefeller yang mendirikan Yayasannya

Arah baru ini akhirnya mengarah pada penemuan penisilin, obat malaria, TBC dan difteri.  

Tapi mungkin bagian yang paling menakjubkan dari cerita Rockefeller adalah saat dia mulai mengembalikan sebagian dari semua yang dia dapatkan, kimia tubuhnya berubah secara signifikan sehingga dia menjadi lebih baik.

Tampaknya dia akan mati pada usia 53 tahun, tetapi ternyata dia hidup sampai usia 98 tahun

(Amsal 3:1-2)

Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 

(Matius 16:25-26)

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia ttpi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Rockefeller belajar bersyukur & mengembalikan sebagian besar kekayaannya untuk amal 
Dengan melakukan hal itu membuatnya bermanfaat untuk orang banyak.  

(Roma 15:1-3)

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Setiap org di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 
Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri...

Dia mulai aktif menghadiri Gereja, dan membersihkan gedung gereja sampai dia meninggal dunia
Sebelum kematiannya, dia menulis surat ini di perusahaan susunya:
"Saya diajari untuk bekerja dan juga bermain,
Hidup saya telah menjadi liburan yang panjang dan bahagia;
Penuh kerja dan penuh permainan
Saya menghilangkan kekhawatiran di jalan
Dan Tuhan baik padaku setiap hari!"

(Mazmur 103:2)  

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! 

(1 Timotius 6:17-19)

Peringatkanlah kepada orang² kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

*Ternyata hari² yang kita jalani saat ini hanya persiapan buat hidup yang sebenarnya nanti👆

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI