HIDUP YANG SEIMBANG



(Lukas 2:52)  

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

(Dikasihi Allah & manusia)
Bukan demi dikasihi manusia namun sampai mendukakan Roh Kudus

(Efesus 4:30)  

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 

*Artinya kita tetap harus menjadi Berkat bagi Tuhan & sesama namun harus lebih memprioritaskan Allah.

(Lukas 10:27))  

Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu & dengan segenap kekuatanmu & dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri"

Kehidupan kita memang tidak akan pernah lepas dari orang lain yang ada disekitar kita, karena kita ini adalah makhluk sosial.

Kita saling membutuhkan satu dgn yang lain, namun bukan berarti demi menyenangkan manusia, kita harus menyakiti hati Allah.

(Matius 10:37)  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki² atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Kita tidak akan pernah bisa selalu menyenangkan orang lain dengan kekuatan diri kita sendiri, sebab jika itu kita lakukan maka akibatnya kita stress dan masalah dalam diri kita terkadang muncul karena kita berusaha “menyenangkan semua orang” dan ternyata akhirnya kita tidak mampu.  

Memang itu hal yang baik daripada kita "menyebalkan manusia".
Namun jangan sampai yang kita lakukan dengan motif supaya kita ingin diterima oleh semua orang, atau kita sedang "car-muk" (Cari Muka)

Jika ini yang terjadi pada kita, maka pasti itu ada rasa tidak aman dalam diri kita, karena kita takut tidak diterima.

Stop menyenangkan orang lain dengan motif yang salah, lakukan saja apa yang baik dan benar dan yang seharusnya dilakukan. Bukan melakukan hanya untuk memuaskan orang lain.

Mungkin akan ada orang yang akan berseberangan dengan kita, namun itu bukan masalah selama kita tetap berada di jalur yang benar, biarlah orang itu berjalan pada jalurnya sendiri
Kita tidak perlu meminta semua orang berpikir yang sama dengan kita.

Nah, berikut ini beberapa tanda bahwa kamu sudah terlalu berlebihan dalam berupaya menyenangkan orang lain.

1.Kehilangan jati diri sendiri
Akibat kita terlalu keras berusaha menyenangkan orang lain, hingga menuruti apa pun yang mereka inginkan. Maka lambat laun, hal tersebut malah bisa membuatmu kehilangan jati dirimu sendiri.

Apabila kamu sudah sulit hidup jujur dan apa adanya, maka akan sulit pula dirimu merasa bahagia. Sehari-hari, kamu seolah hidup dengan bertopeng dengan jati diri orang lain.

2. Sulit menolak.               
Ciri lain kalau usahamu itu sudah berlebihan dalam menyenangkan orang lain, adalah merasa gak enak untuk menolak atau sulit untuk berkata tidak. 
Meskipun kamu tahu permintaan orang lain itu akan menyulitkan dirimu sendiri, tetap saja kamu mengiyakannya.

3. Kamu segan meminta tolong orang lain
Di satu sisi, kamu gak pernah menolak permintaan orang lain, meski hal itu menyusahkan dirimu.
Namun di sisi lain, saat kamu mengalami kesulitan, kamu justru enggan meminta bantuan. 
Hal ini disebabkan kekhawatiranmu yang berlebihan untuk merepotkan orang lain.
Padahal, tolong-menolong adalah hal yg lumrah dalam interaksi sosial.

(Galatia 6:2)  Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 

4. Kamu sering pura² tegar
Padahal manusia itu punya kelemahan juga kelebihan, bisa merasakan bahagia tapi juga kesedihan. 
Oleh karena itu, gak perlu terus-menerus pura² tegar. Sikapmu itu justru terkesan berlebihan, dan bisa mengganggu kondisi mentalmu sendiri
Hal tersebut kamu lakukan, karena tak ingin membuat orang lain khawatir. Padahal, memendam perasaan & berpura-pura bahagia malah akan merusak kesehatan mentalmu.
Kamu seolah memilih mengorbankan diri sendiri agar orang lain tak merasa khawatir.

Apabila ciri-ciri tersebut di atas ada dlm dirimu, mulai berbenahlah diri

Jangan cuma memikirkan dan berusaha menyenang kan orang lain saja.
Ingatlah bahwa kita ini bukan "Juruselamat"
Dan diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa apa.

(Yohanes 15:5) 

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting²-nya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Kita ini diberkati Tuhan untuk menjadi Berkat bagi sesama...👌 

♥̨GOD ϐłêšš Yöů All♥̨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI