KISAH KESETIAAN SEORANG ANAK KEPADA IBUNYA



(Amsal 20:6)  

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? 

Rumini Namamu 
Kami harus belajar darimu tentang arti mencintai kepada ibu. 
Yang tak rela kau tinggalkan saat erupsi Semeru menyerang desamu.

Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, 
Sabtu 4 Desember 2021. 

Rumini (28) ditemukan meninggal dunia berpelukan dengan Sang ibu, Salamah (71) yang sudah renta dan tak sanggup berjalan.

Pilihan berat bagi Rumini, antara lari menyelamatkan diri atau meninggalkan Sang ibu yang sudah tak sanggup lagi berjalan. 

Rupanya Rumini memilih untuk mendekap Sang ibu dan berjuang bersama menghadapi terjangan erupsi Semeru. Jasad keduanya ditemukan di dapur rumah mereka.

Meski tubuh terbakar material panas, tentu nafas terakhirmu sungguh memancarkan kasihmu saat engkau memeluk ibumu.

Seluruh relawan di Semeru tak kuasa membendung haru, Rumini telah ajarkan kami tentang kesungguhan mencintai dan berbakti kepada seorang ibu.

(Matius 5:13-14, 16)

Kamu adalah garam dunia Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? 
Tidak ada lagi gunanya slain dibuang & diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

(1 Timotius 5:8)  

Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI