MENGALAH BUKAN TANDA ORANG KALAH



(Roma 8:37)  

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Terkadang kita perlu mengalah bukan karena kita lemah dan kalah, melainkan kita cukup kuat untuk menanggung kelemahan orang yang tidak kuat.

(Roma 15:1-3)

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikan nya untuk membangunnya. 
Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri

Bagi kebanyakan orang, penganggap orang yang suka mengalah seolah-olah itu pertanda orang tersebut adalah orang yang lemah.

Mengalah adalah sebuah kata kerja bukan hanya kata sifat, oleh karena itu untuk melakukannya dibutuhkan sebuah niat & upaya yang kuat.
Banyak hal yang melandasi hingga seseorang harus mengambil keputusan bahwa ia akan mengalah pada orang lain atau pada keadaan tertentu. 

(Roma 14:1)  

Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. 

Mengalah untuk menghindari konflik yang berkepanjangan itu baik 
Mengalah karena sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, mengalah demi untuk mempertahankan sebuah hubungan.

(Roma 12:18, 21)

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! 

Apapun alasan dibalik seseorang mengambil langkah untuk mengalah, semuanya dibutuhkan upaya yang sesungguhnya tidaklah mudah secara manusia.
Namun jika kita melihat apa yang telah dilakukan oleh Yesus maka kita menjadi kuat kembali

(1 Petrus 2:20-21, 23)

Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? 
Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; 
ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Ketika seseorang mengambil keputusan untuk mengalah, itu berarti ia telah mengikuti teladan yg telah diberikan oleh Yesus dan berupaya untuk melawan ego nya sendiri,  menguatkan hatinya untuk menerima suatu keadaan yang sudah tentu tidak sesuai dengan kehendaknya sendiri.

(Roma 6:11-12)

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

Jadi janganlah takut dianggap remeh karena kita bisa mengalah, sebab kita bukan orang yang lemah, kita yang melakukannya demi sebuah kebaikkan adalah orang² yang kuat

"Ikutlah menderita bersama Kristus sebab dengan demikian kita akan menerima juga semua janji²Nya bersama Dia

(Filipi 1:29)  

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia

(Roma 8:17)  

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan ber-sama² dgn Dia. 

🌹TUHAN memberkati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI