NEVER ENOUGH



Seseorang yang telah pergi ke gereja puluhan tahun, telah setia memberikan persembahan,
bahkan ikut dalam pelayanan di gereja, suatu saat berkata kepada gembala nya, 
" Apalagi yang masih harus saya lakukan? "

Gembalanya terdiam, dan kembali bertanya, 'Sudahkah Anda mengenal & mengalami Tuhan?'

(Yohanes 10:27)  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku

(Yohanes 8:31-32)

Maka kata-Nya kepada orang² Yahudi yang percaya kepada-Nya: 
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar² adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Pertanyaan diatas mengingatkan kita pada.๐Ÿ‘‡

(Markus 10:17, 20, 25)

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: 
"Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 
Lalu kata orang itu kepadaNya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." 
Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

๐Ÿ”ฅ Ketika seseorang telah merasa dirinya cukup rohani, cukup baik, cukup memberikan persembahan, dan cukup melayani Tuhan, itu adalah suatu tanda yang sangat berbahaya, karena dia belum mengerti apa tujuan mengikut Tuhan

Sebab kita ini hidup dari Kasih Karunia dan bukan dari perbuatan kita

(Roma 11:6)  

Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

๐Ÿ”ฅ Selama kita belum masuk ke dalam kasih karunia maka kita masih hidup dalam Hukum Taurat (perbuatan manusia)

Galatia 3:11-12 (TB)

Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 
Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 

(Ibrani 11:6a)  

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. 

Iblis seringkali mengatakan bahwa kita sudah cukup baik dan rohani, supaya kita jadi merasa lebih rohani daripada orang lain.

(2 Korintus 10:12)  Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang² tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! 

Ketika kita merasa "cukup" rohani, 
Hati²lah karena kita merasa berada di 'puncak'
Dan posisi seperti ini sangat berbahaya terhadap godaan iblis

(Matius 4:5-7)

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 
lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat²-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."  
Yesus berkata kepada nya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" 

๐Ÿ”ฅ Selama kita masih ada di dunia, kita tidak akan pernah 'cukup' dalam mengenal Tuhan dan KebenaranNya

Itulah sebabnya Paulus menuliskan hal itu:

(Filipi 3:10-15)

Yang kukehendaki ialah 'MENGENAL" Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Saudara²aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan ber-lari² kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian.

๐Ÿ”ฅ Tetaplah mengejar PENGENALAN AKAN TUHAN, sampai suatu saat kita bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

(1 Korintus 13:12)  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, 
seperti aku sendiri dikenal. 

Tuhan memberkati๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI