ORANG YANG MEMILIKI BELUM TENTU DAPAT MENIKMATINYA



(1 Timotius 6:9-10)

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat & ke dalam ber-bagai² nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan & kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. 
Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Materialisme telah berhasil membelenggu banyak orang. 
Nilai diri seseorang dinilai berdasarkan apa yang dimilikinya. 

Tidak akan ada gunanya bagi kita untuk terus FOKUS hanya kepada mencari harta, jika kita tanpa memikirkan pentingnya sebuah KARUNIA UNTUK MENIKMATINYA.
 
Siapa sih yang tidak senang kalau punya kemampuan membeli lebih dari cukup, dan mampu memiliki fasilitas² yang memberi banyak kemudahan dalam hidupnya? 

Begitu banyak orang yang kemampuan finansialnya lebih dari cukup, namun kehidupannya semakin jauh dari bahagia.

MENGAPA bisa demikian?

(Pengkhotbah 2:24-25)

Tak ada yg lebih baik bagi manusia daripada makan dan minum dan ber-senang² dalam jerih payahnya. 
Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah. 
Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? 
 
Nah ternyata kekayaan tidak dapat dirasakan nikmat di luar Tuhan yang adalah Sumber damai Sejahtera.

(Yohanes 14:27)  

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. 

Mengapa bisa demikian?

(Hagai 2:9) Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. 

Ternyata☝adalah Kepunyaan Tuhan...

JUSTRU karena itulah banyak keluarga kaya hidupnya berantakan dan penuh dengan masalah.

BAGAIMANA mungkin harta berlimpah tetapi orang yang memilikinya belum tentu terjamin kebahagiaannya…?

Manusia yg terus menerus berusaha menjadi kaya namun melupakan satu hal yg teramat sangat penting yakni “karunia kuasa menikmati” yang sesungguhnya lebih penting daripada memiliki, karena jika hal ini tidak kita miliki maka kita tidak akan bisa menikmati berkat² dalam hidup kita tak peduli seberapa berlimpah nya harta itu ada pada kita.

Nah ternyata ada BEDA antara ORANG KAYA & ORANG YANG DIBERKATI yang beda adalah "Kuasa untuk Menikmati" nya
 
* Orang yg sekedar Kaya: 👇

(Pengkhotbah 6:1-2)

Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: 
orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! 
Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. 

Itulah sebabnya ada orang² yang terlihat sangat kaya raya tetapi hidupnya tidak bahagia, karena mereka tidak memperoleh kuasa untuk menikmatinya…! 

SEBALIKNYA ada orang² yang pendapatannya biasa² saja, namun mereka senantiasa dapat merasakan  kebahagiaan bersama keluarganya.

*Orang yang Di berkati:
👇

(Pengkhotbah 5:17-19)

Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan ber senang² dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya. 
Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itu pun karunia Allah.
Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.

Oleh karena itu jika Saudara ingin mendapat karunia untuk menikmati maka👇

(Yesaya 55:6, 12)

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung² serta bukit² akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. 

*Have a Blessed day...🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI