MENELADANI KRISTUS

(1 Petrus 2:23)  

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dgn mencaci maki; 
ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Dapatkah kita menjalani hidup kita ketika dicela orang, walaupun kita tidak berbuat tercela, 
kita bisa menerima celaan itu dengan tidak membalas dgn celaan, namun menyerahkan semuanya kepada Bapa yang berhak menghakimi dengan adil sebagaimana Rasul Paulus menuliskannya?

(Roma 12:17) ( MSG)

Don't hit back; discover beauty in everyone.
If you've got it in you, get along with everybody
Don't insist on getting even; that's not for you to do.
"I'll do the judging," says God. "I'll take care of it."
《Jangan membalas, temukan keindahan dalam diri setiap orang dan jika Anda memiliki nya dalam diri Anda, Bergaulah dengan semua orang. Jangan bersikeras untuk membalas . Penghakiman adalah bagian Tuhan, Aku yang akan mengurusnya》

Berlatihlah ĺ memaafkan orang, walaupun orang tersebut belum atau tidak minta maaf atas kesalahan yang telah ia diperbuat, adalah cara orang untuk melatih diri, dan mengikuti jejak Kristus.

(1 Petrus 2:20-21)

Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya.

Karena memaafkan orang lain sebenarnya adalah merupakan bagian dari buah Roh yang telah di anugerahkan di dalam diri kita oleh Roh Kudus.

(Roma 5:5)

karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Dan buah kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendiri sebagai penabur kebaikan, bukan kepada orang yang kita maafkan.

2 Korintus 9:10 (TB)  

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatganda kannya & menumbuh kan buah² kebenaranmu

(Galatia 6:7b)

Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Mencoba bersikap murah hati & tidak sedih walaupun difitnah, dan tidak bangga ketika dipuji; karena fitnah ataupun pujian itu pasti akan berlalu, mengingat hidup ini terus berubah.

Dengan mengerti akan kebenaran ini, orang akan berespons dengan benar dalam menyikapi fitnahan maupun pujian, tidak akan sakit hati ataupun menjadi tinggi hati.

Orang menjadi bijak bukan dikarenakan dari keturunan orang bijak, dan bukan karena lahirnya di hari baik; melainkan dari proses pendewasaan dalam menyikapi permasalahan hidupnya, sehingga orang akan menjadi bijaksana.

(Yakobus 1:2-4)

Saudara²ku, anggaplah sbg suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam ber-bagai² pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan & biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

"Penyebab seseorg jadi tinggi hati karena ia merasa memiliki kelebihan yang bisa dibanggakan, diantaranya berparas rupawan, terlahir dikeluarga bangsawan, punya harta banyak, kekuasaan maupun kedudukan, sehingga ia menjadi tinggi hati.

Padahal Firman Tuhan katakan:

(1 Korintus 4:7)  

Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? 
Dan apakah yg engkau punyai, yang tidak engkau terima? 
Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya? 

(Matius 23:11-12)

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, 
ia akan ditinggikan.

(Yakobus 1:12) Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

❤God.ϐłêšš Yöů All♥̨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALLAH BISA MEMAKAI SIAPA SAJA UNTUK MENYALURKAN KEBAIKAN-NYA