THE SOUND OF SILENCE

Greenberg & Garfunkel  adalah mahasiswa di Universitas Columbia. Mereka memiliki minat yang sama dalam musik dan puisi. Kedua pemuda itu saling berjanji untuk selalu ada satu sama lain ketika ada yang sedang menghadapi masalah.

Selang beberapa bulan kemudian, Greenberg di diagnosis menderita konjugtivitis yang di perparah dengan adanya gloucoma yang merusakkan saraf optik Greenberg sehingga ia menjadi buta. 

Org tua Greenberg tidak memiliki uang untuk membawanya berobat, karenanya ia terpaksa harus putus kuliah. Secara mental, jiwanya sangat tertekan Greenberg berhenti berbicara dengan orang² dan ia mengisolasi diri nya sendiri. 
Saat itulah Garfunkel datang kepadanya dan membujuk Greenberg untuk mau kembali ke Columbia. Setelah beberapa kali di desak, akhirnya Greenberg setuju dan mendaftar di Universitas sekali lagi. 

Di Perguruan Tinggi, Greenberg sepenuhnya bergantung pada teman nya itu.
Dan Garfunkel mengubah hidupnya di Universitas untuk mengakomodasi teman nya yang buta itu, dengan membantunya berjalan ke kelas dan mengurus segala keperluan dan berjalan bersama di kota, mengisikan formulir untuknya, dan lain sebagainya.

Suatu hari, ketika berada di Grand Central Station Grafunkel memberi tahu  bahwa dia harus segera berangkat untuk sebuah tugas penting.

Tiba-tiba, Greenberg ditinggalkan sendirian di antara kerumunan, sehingga ia benar² ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa dalam kesendiriannya.

Dia entah bagaimana berhasil kembali ke Universitas, walaupun ia sempat me-nabrak² orang sana sini maupun menabrak berbagai benda karena ia buta. Greenberg menyebut nya beberapa jam terburuk dalam hidup saya.

Di Universitas, Greenberg bertemu dengan seorang pria yang meminta maaf kepada nya. Dia mengenali suara itu, yaitu temannya itu yang baru saja pergi bebrapa jam yang lalu untuk melakukan “tugas yang mendesak.”

Faktanya, memang Garfunkel tidak pernah meninggalkan Greenberg sendirian. Dia waktu itu hanya berbohong tentang hal itu dan sebenarnya ia tetap mengikuti teman nya di sepanjang jalan saat kembali ke Universitas.

Tujuannya Garfunkel hanyalah ingin agar Greenberg menyadari bahwa dia hanya bisa akan mandiri ketika dia benar² mau belajar bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.

(Yohanes 14:16)  

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorg Penolong yg lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya

Hal itu berhasil dan Greenberg menjadi lebih percaya diri untuk mulai belajar untuk hidup mandiri
Kedua sahabat itu pun lulus dari perguruan tinggi dan mrk berpisah.

Beberapa tahun kemudian, Greenberg menerima telepon dari Garfunkel yg meminta 400 dollar untuk keperluan rekaman album dengan teman musisinya Paul Simon.
Saat itu Greenberg hanya memiliki 404 dollar di rekening Bank nya namun dia memberi kan semua uang itu kpd Garfunkel tanpa berpikir dua kali
Dia merasa sdh waktu nya untuk membalas kebaikan yang telah ditunjukkan Garfunkel kpdnya selama ia kuliah

Dengan uang tersebut, Simon dan Garfunkel merekam album pertama mereka “Wednesday Morning, 3 AM” pada tahun 1964.

Satu lagu dari album itu melejit : 
The Sound of Silence Lirik untuk The Sound of Silence yang ditulis Simon dipenuhi dengan belas kasih Garfunkel sebagai pendamping Greenberg sejak ia buta. Hal ini terlihat dari kalimat pembuka lagu tersebut:

“Hello darkness, my old friend..I’ve come to talk with you again”

(Halo kegelapan, teman lamaku, aku datang untuk berbicara dengan mu lagi)

Because a vision softly creeping
Left its seeds while I was sleeping ..
And the vision that was planted in my brain
Still remains ..
Within the sound of silence
l saw Ten thousand people, maybe more
People talking without speaking
People hearing without listening
People writing songs that voices never shared
And no one dared
Disturb the sound of silence
"Fools" said I, 
"You do not know
Silence like a cancer grows
Hear my words that I might teach you
Take my arms that I might reach you"
But my words, like silent raindrops fell
And echoed in the wells of silence.

Pada akhirnya kedua orang sahabat yang saling mendukung itu hidup sukses Simon dan Grafunkel sukses mencetak karier didunia musik, sementara Greenberg menjadi pengusaha sukses & dapat mengobati matanya hingga tidak buta lagi.

Saudaraku, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Ams.17:17)

Bagaimana dengan kita ? Sudahkah kita menjadi sahabat yang baik yang siap mendukung dan menguatkan satu sama lain?

Bukan saja sahabat di saat senang, tetapi juga sahabat yang menegur di saat ada kesalahan.

(Amsal 27:6)  

Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. 

(Amsal 18:24)

Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yg lebih karib daripada seorang saudara.

Siapakah diri Anda?

Tuhan Memberkati 🍒

👇 inilah Lagu nya..👇

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI