JEHOVAH JIREH : ALLAH YANG MENCUKUPI

(Filipi 4:19)  

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 

Hidup ini merupakan suatu perjalanan yang membutuhkan bekal. Semakin panjang jarak yang akan ditempuh dan semakin berat medannya, maka seharusnya kita akan membawa bekal semakin ringan mungkin beban yang akan kita bawi.
Misalkan akan naik ke gunung tinggi, tidak mungkin kita akan membawa bekal se-banyak²nya atau se- berat²nya.

Beberapa kali berkunjung ke India saya melihat orang² yg menempuh peziarahan rohani dengan berjalan sampai ratusan kilometer.
Mereka hanya membawa satu tas kecil yang ditaruh di atas kepalanya.
Bukannya ransel besar di punggung. 
Bahkan kaki tanpa alas .
Namun nyatanya mereka tetap bisa eksis.

Demikian pula dgn mereka yang mencari Tuhan dengan sepenuh hati, hidupnya selalu tercukupi. Ada saja orang yang akan memberi bantuan yang mereka perlukan hingga dapat mencapai tujuan. 

Ketika mengutus para murid-Nya, Yesus juga berpesan supaya jangan membawa apa² dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju" 
(Markus.6: 8-9)

Bukankah roti, bekal & uang itu diperlukan? Benar. 
Namun barang² itu kadang malah merepot kan perjalanan mereka & itu semua bisa menghalangi orang tersebut. dalam mencapai misi hidupnya. 
Kadang justru itu bisa membuat orang lupa bahwa Allah yang akan mencukupi kebutuhan mereka.

*Kisah Abraham yang mengobankan anaknya dimana Tuhan menyediakan domba sebagai penggantinya

(Kejadian 22:14)  

Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; 
sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 
《YEHOVAH JIREH》

Bagi kita semua yang sedang menjalani hidup di dunia ini sebagai peziarah menuju ke suatu tempat untuk mencapai misi jiwanya.
Apakah selama ini kita disibukkan dengan perkara² remeh yang menghambat perjalanan kita?
Beranikah aku memutuskan untuk membawa yang terpenting saja?

Beranikah kita percaya akan janji yang Yesus katakan sendiri dalam👇

(Matius 6:25-26,31-34)

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum & janganlah kuatir pula akan tubuh mu, akan apa yg hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung² di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga
Bukankah kamu jauh melebihi burung² itu?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: 
Apakah yang akan kami makan? 
Apakah yang akan kami minum? 
Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa² yang tidak mengenal Allah.
Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada mu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Renungan:
Apakah kita menggunakan iman burung atau iman anak Allah?

(Lukas 11:11-13a)

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!

(Mazmur 37:25-26)

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya me- minta² roti; 
tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI