NASIB KITA ADALAH PILIHAN KITA SENDIRI

(Ulangan 30:19)  

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan & kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.

Siapa yang bertanggung jawab atas semua kondisi hidup kita sekarang?‎
Kita sendiri 'kah ‎atau j‎ustru orang lain?‎

Banyak orang memilih untuk menyalahkan pihak lain seperti atasan mereka di perusahaan, keluarga atau pasangan hidupnya, sistem pemerintahan, dan ironisnya juga menyalahkan TUHAN atas semua kegagalan yang di alaminya.

(Kejadian 3:12-13)

Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yg memberi dari buah pohon itu kepada ku, maka kumakan."
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yg telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 

Sayangnya tak banyak yang menyadari bahwa peran dan tindakan yang mereka ambil di masa lampau adalah salah satu penentu atas apa yang terjadi pada hidupnya sekarang.

Apapun yang sudah kita perbuat baik itu positif atau pun negatif,‎ kita sendirilah yang mengambil pilihan itu dan logikanya semua yg terjadi atas kita adalah tergantung kita sendiri, bukan orang lain.

Cara pandang & cara kita memahami sesuatu yang terjadi di sekeliling kita, ‎semuanya murni tergantung pada diri kita sendiri.

(Galatia 6:7)  

Jangan sesat! 
Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Ketika kita berkenalan dengan seseorang, kita bisa memilih untuk melihat sisi baiknya atau fokus kepada kekurangan yang di milikinya.

(Roma 12:17-18)(MSG)

Jangan membalas, temukan keindahan dalam diri setiap orang dan jika Anda memilikinya dalam diri Anda, bergaulah dengan semua orang.

Kita tentu masih ingat sebuah analogi mengenai gelas yang terisi setengah, manusia memiliki pilihan bagaimana melihatnya.
Jika kita cukup optimis, ‎maka kita akan mengatakan setengah penuh,‎ atau jika kita begitu pesimis, ‎maka kita akan mengatakan setengah kosong.

Mereka yang optimis akan cukup senang karena di benaknya berpikir bahwa masih ada setengah gelas air yang dapat kita minum,‎ sementara mereka yang pesimis akan mengeluh, karena‎ hanya berpikir setengahnya kosong dan menganggapnya sebagai kekurangan.

KITA TAK DAPAT MENGUBAH ARAH ANGIN, NAMUN ‎KITA DAPAT MENGUBAH ARAH LAYAR DARI PERAHU KITA SENDIRI AGAR KITA DAPAT MENCAPAI TUJUAN KITA

(Roma 12:2)

“Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” 

(1 Petrus 3:10)  

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari² baik, ia harus menjaga lidah nya terhadap yang jahat & bibirnya terhadap ucapan² yang menipu. 

Goϑ ϐlešš Yoυ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI