KESOMBONGAN ADALAH AWAL DARI KEJATUHAN

(Amsal 16:18)

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. 

*Chinmi, tokoh dalam komik Kungfu Boy, suatu hari melihat ada orang berbadan besar menunjukkan kekuatannya.

Orang itu menantang, siapa saja yang dapat merobohkannya dalam sekali pukul akan mendapatkan uang.

Chinmi berniat mencobanya, tetapi sempat di cegah oleh seorang dokter yang juga seorang ahli kungfu. 

"Hanya sekali saja kok!" ucap Chinmi mengabaikannya nasehat sang dokter.

Dengan berbekal kungfu peremuk tulang yang ia kuasai, Chinmi berhasil menjatuhkan orang itu.
Sontak semua orang bertepuk tangan kagum, kecuali dokter tersebut, yang menyayangkan apa yang di perbuat Chinmi yang tanpa ia sadari bahwa itu akan menyebabkan kesombongan Chinmi.

Padahal kesombongan adalah sikap yg bahaya, begitu pula dengan sikap merasa diri kuat.

Biasanya, orang yang merasa dirinya kuat, justru paling gampang  jatuh ke dalam ber-bagai² hal.

(1 Korintus 10:12)

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 

Ungkapan SEKALI SAJA enggak apa² kok" tidak jarang terdengar dari mereka yang merasa dirinya hebat.

Alkitab memperingat kan mengenai hal itu:

(1 Korintus 4:6-7)

Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain. 
Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apkah yg engkau punyai yg tidak engkau terima? 
Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya? 

Pula ungkapan :
"wong sekali saja koq."
SEKALI saja menghisap rokok,
SEKALI saja mencoba narkoba,
SEKALI saja mengintip situs porno, 
SEKALI saja berbohong,
SEKALI saja mencuri dan 
SEKALI saja ke pelacuran, dst.
Itu dapat berakibat fatal

(Roma 6:11-13)

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
Dan janganlah kamu menyerahkan anggota² tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup.
Dan serahkanlah anggota² tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata² kebenaran. 

Kesalahan atau dosa yang dianggap sepele sering menjadi penyebab kejatuhan yang besar.

(Efesus 5:1, 3, 11-12)

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak² yang kekasih.
Tetapi percabulan dan rupa² kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan² kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangi lah perbuatan² itu.
Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat² yang tersembunyi telah memalukan. 

Sebisa mungkin, hendaknya kita tidak merasa terlalu kuat, terutama berkaitan dengan godaan dosa. 

Godaan dosa bekerja seperti lumpur hisap yang akan menarik hidup korbannya ke bawah.

Bersikap waspada adalah pilihan terbaik, jangan merasa kuat.

Ber-jaga²-lah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; 
roh memang penurut, tetapi daging lemah."

*Ingatlah bahwa kekuatan kita untuk hidup benar berasal dari Tuhan, bukan karena kehebatan kita.

dan JANGANLAH beri kesempatan kepada Iblis.

TUHAN MEMPERBOLEHKAN KITA UNTUK MELAKUKAN/MENIKMATI APAPUN KECUALI DOSA

JADI JAUHI DOSA, HIDUPLAH SEBAB DOSA AKAN PUNYA KONSEKUENSI YANG BURUK BUAT HIDUP KITA SENDIRI

(Yohanes 5:14)

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI