SAAT PERTUMBUHAN KITA KE ATAS KARENA TERHALANG OLEH BATU, BERTUMBUHLAH KE BAWAH

(Mazmur 88:7-8)

Telah Kau taruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam. Aku tertekan oleh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kau tindihkan kepadaku.

*Kurma ditanam dengan metode yang tidak biasa. Saat benihnya dimasuk kan ke dalam tanah, para petani kurma meletakkan sebuah batu yang cukup besar di atasnya, tujuannya supaya tidak terhempas oleh angin sebelum akarnya kuat ke dalam tanah.

Sehingga saat benihnya mulai muncul, tanaman itu tidak dapat bertumbuh ke atas karena adanya batu penghalang tadi, namun ia hanya dapat bertumbuh ke bawah, tujuannya untuk memperkokoh akar²nya kebawah terlebih dahulu.

Sesudah akarnya menjadi kuat, barulah ia dapat menggulingkan batu besar itu, kemudian bertumbuh menjadi sebuah pohon yang sangat kokoh. 
Sehingga sekuat apapun badai gurun menerjang, pohon kurma akan tetap mampu untuk bertahan dan tidak akan tumbang.

(1 Petrus 5:10)  

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 

Sewaktu masih remaja Yusuf bermimpi bahwa ia akan bertumbuh ke atas menjadi seorang penguasa di Mesir sesuai mimpinya. Saat Yusuf mulai menghidupi mimpinya, tiba² ia merasakan ada batu besar menindihnya.

Batu itu adalah rasa iri di hati saudara²nya, dimana mereka hendak membunuhnya & akhirnya menjualnya sebagai budak.

(Kej. 37:18, 20, 24, 28)

Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: 
seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"
Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, 
tidak berair. 
Ketika ada saudagar² Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. 
Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. 

Batu itu seakan bertambah berat ia rasa kan saat ia difitnah oleh isteri tuannya lalu dilempar ke dalam penjara.

Menariknya, saat menyadari ia tidak dapat bertumbuh ke atas, Yusuf tidak menyerah! Sebaliknya, Yusuf bertumbuh ke bawah, mempersiapkan akar² nya agar dia kuat dulu untuk menanggung posisinya kelak dalam menggenapi mimpinya.

Saat iman Yusuf semakin kuat, batu penindih itupun akhirnya dapat terguling.

Dengan pertolongan Tuhan, akhirnya Yusuf dapat tampil sebagai seorang penguasa yang bijaksana, pula ia begitu rendah hati & mau mengampuni Saudara²nya yang telah berbuat jahat terhadap dirinya.

(Kejadian 50:20)

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. 

Apakah hari ini Anda sedang merasakan kehidupan kita begitu berat? 
Kita melihat ke atas, ternyata disana ada batu persoalan besar yang sedang menindih Anda?

Sebagaimana Yusuf, jangan kita menyerah! Bertumbuhlah ke bawah, perkuatlah iman kita kepada Tuhan! 

(Kolose 2:7)  

Hendaklah kamu ber- AKAR di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Dengan pertolongan Tuhan, tidak ada batu persoalan yang nantinya tidak akan terguling, sebab Tuhan sudah berjanji bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita.

(Ibrani 13:5b-6)

Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. 
Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" 

Tetap pegang janji Nya

(Ibrani 10:23)  

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

(1 Korintus 10:13)

Pencobaan² yang kamu alami ialah pencobaan² biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. 
Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu di cobai melampaui kekuatanmu
Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

Never give-up.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALLAH BISA MEMAKAI SIAPA SAJA UNTUK MENYALURKAN KEBAIKAN-NYA