BEDANYA ANTARA BENIH DENGAN BATU

(1 Petrus 1:23-25)

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yg kekal.
Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput & segala kemuliaannya seperti bunga rumput, 
rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama²-nya." 
Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu. 

• Pendeta John Ortberg pernah bilang, “Letakkan batu di tanah, maka‎ batu itu hanya akan diam di situ. Letakkanlah benih di dalam tanah, maka‎ sesuatu akan terjadi.”

Perbedaannya sederhana, karena di dalam benih ada "kehidupan",‎ benih menyerap zat² makanan dan tumbuh karena ada kehidupan di dalam benih itu. Tanpa itu, benih tak ada bedanya sama batu.

Benih jadi tanaman dan berbuah,
Benih itu memberi sesuatu untuk dunia ini,‎
Sebaliknya batu di tanam di tanah yang subur sekalipun, ‎
tak akan pernah menghasilkan apa², karena‎ memang batu adalah benda mati,‎
 
di dalam batu tidak ada kehidupan alias hanya merupakan benda mati.

Tuhan memberi kita "benih" bagi kita.

(2 Korintus 9:10)  

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu & melipatgandakannya & menumbuhkan buah² kebenaranmu

(Roma 5:12)  

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

(Efesus 2:1-5)

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran² dan dosa-dosamu. 
Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita ber-sama² dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan² kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan.

Dengan ilustrasi sederhana di atas, bisa kita sadari bahwa status kita saat ini adalah orang² yang telah di hidupkan kembali dari kematian rohani oleh "benih" Kristus dan kita tahu apa akibatnya nanti pada waktu ada kebangkitan orang mati.

(Yohanes 5:25-29)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba & sudah tiba, bahwa orang² mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

(Yohanes 11:25-26)

Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Jadi apakah saat ini Anda tidak menyadari betapa berharganya hidup kita ini?

(Roma 8:18)  

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

(Filipi 1:21-23)

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. 
Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam ber-sama² dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik.

*Goϑ ϐlešš Yoυ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI