JANGAN SEKEDAR JADI SUKSES TAPI JADILAH ORANG YANG BERMAKNA

Umur yang sering kali dijadikan ukuran sukses atau tidaknya seseorang adalah 40 Tahun.

Bagaimana keadaan kita di usia itu, akan menentukan apakah kita bisa di sebut orang yang sukses atau tidak. 

Buku "Half Time" tulisan Bob Buford memberikan pencerahan yang luar biasa bagi siapapun yang memasuki usia paruh baya atau 40 tahun.
Kesimpulannya, Bob menjadi seorang yang sangat sukses.
Sebagai CEO dari sebuah perusahaan TV kabel, tentu ia sukses dalam pekerjaan,‎
Bob memiliki pernikahan yang harmonis
Bob juga di karunia anak yang luar biasa.

Meski ia hampir mendapatkan semua yg ia harapkan, ‎tetap ada saja yang mengganggu hatinya,‎ Ia merasa ada yang masih kurang.

Berawal dari kegelisahan hatinya itu,‎ Bob melakukan ziarah batin bersama TUHAN,‎ hingga akhirnya ia menemukan bahwa masih ada satu lagi yang belum ia dapatkan. 

Apakah itu? Kehidupan yang dia sebut bermakna?

Hidup Bermakna bukan sekedar Sukses, tetapi‎ juga hidup yang berarti bagi sesama.

(Lukas 12:20-21)

Tetapi firman Allah kepada- nya : Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Berhasil tidaknya hidup kita, ‎bukan hanya diukur dari pencapaian² kita saja, tetapi‎ juga dari apakah hidup kita berarti untuk sesama?

Dari awal menciptakan manusia, ‎TUHAN sudah mensetting manusia dengan kebutuhan untuk berbagi dengan sesamanya.

(2 Korintus 8:11-15)

Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.
Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.
Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang² lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."  

Jika kebutuhan ini tidak di penuhi, maka‎ manusia akan mengalami kegelisahan batin dan akan selalu merasa ada yg kurang dari hidupnya.

Amatilah orang² sukses macam Bill Gates dan Warren Buffet, pada akhirnya mereka lebih konsentrasi kepada yayasan sosialnya daripada bisnisnya.

Mereka bahkan menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk kemanusiaan.

Bagaimana dengan kita?‎
Evaluasilah kembali hidup kita,‎
Jangan hanya jadi sukses, tetapi‎ JADILAH ORANG YANG BERMAKNA bagi orang lain

HIDUP KITA MENJADI BERARTI DI SAAT KITA BERSEDIA MEMBAGI HIDUP DENGAN SESAMA

(1 Tesalonika 2:8)

Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

Goϑ ϐlešš Yoυ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI