WASPADA TERHADAP JEBAKAN KEKAYAAN

(Amsal 28:20)  

Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. 

Banyak orang tanpa sadar terkena Jebakan Kekayaan, ‎mulai dari penetapan cita² yang selalu bersifat materi, ‎penentuan tujuan hidup yang selalu bersifat materi, ‎kebanggaan dan kepercayaan dirinya jika memiliki jumlah kekayaan tertentu,‎ hingga pemaknaan kesuksesan yang selalu diukur dari banyaknya materi nya.

Kadang² tanpa sadar kita sudah terjebak dalam tipu daya Kekayaan, dimana kita lebih mengutamakan kesuksesan dalam perolehan harta lebih daripada Pertumbuhan dan Pengenalan kita akan TUHAN.
Padahal jelas Nabi Yeremia telah menuliskan bahwa Pengenalan akan Tuhan itu di atas segalanya.

(Yeremia 9:23-24)

Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 
tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." 

Sebab jika kita lebih suka berjalan dalam kepastian mendapatkan hal² jasmani daripada berjalan dalam iman dan mendapatkan kepastian akan hal² yang rohani maka Anda telah tertipu oleh tipu daya Kekayaan.
Maka hidup Anda tidak akan "berbuah"

(Matius 13:22)  

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan TIPU DAYA KEKAYAAN menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Untuk itulah Alkitab dengan jelas mengatakan,

(Lukas 12:15)

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang ber-limpah² hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Kekayaan itu baik, ‎asal tidak di peroleh dengan cara yang berdosa.

(Amsal 13:11)  

Harta yang cepat di peroleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya. 

Saking kepingin cepat kaya, ‎manusia sering tanpa sadar memakai segala cara untuk mencapainya, walaupun melanggar Firman Tuhan, ‎etika dan norma² kehidupan tetap saja di tabraknya, ‎se-olah² harta duniawilah yang terpenting.

Lihat saja para koruptor, terlihat enak hidupnya, padahal ‎hidup mereka penuh dengan ketakutan,   bila tersenyum dan tertawapun hatinya tawar.

(Yesaya 32:17)  

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. 

Jadi harta yang paling berharga ialah ketika kita hidup dalam kebenaran & hidup penuh dengan ucapan syukur sehingga buahnya Damai Sejahtera bisa dia alami.

Goϑ ϐlešš Yoυ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI