YANG TERPENTING BUKAN DIMANA KITA BERADA, NAMUN KEMANA HATI KITA TERTUJU

(2 Timotius 3:1-2, 5)

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. 
Mereka akan membual & menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama.
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.
Jauhilah mereka itu!

▪︎Ada sebuah lagu lama berjudul, “Where did your heart go?” atau “Kemana hatimu pergi?” Ternyata sebelum kaki kita melangkah, hati kita sudah pergi lebih dahulu.  

Ada orang yang sedang berada di rumah ibadah, rajin melakukan semua ketentuan yang tertulis.  Tetapi hatinya sedang "berkelana " ke-mana², mengembara entah kemana, mungkin sedang membayangkan habis ibadah mau makan ini dan itu atau abis ini mau kemana ya?

Ini yang dimaksudkan oleh Yesus demikian:

(Markus 7:6-7)

JawabNya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang² munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu.
PERCUMA mereka BERIBADAH kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

Ada orang yang sedang jauh dari tempat ibadah. 
Tinggal di antara orang-orang buangan. Bagi kita, orang² itu tidak masuk hitungan. Tetapi hatinya merindukan Tuhan. Hatinya tertuju pada Dia, walaupun langkahnya terasa masih jauh. 

(Mazmur 34:19) 

TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang² yang remuk jiwanya. 

(2 Tawarikh 16:9a)

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Ternyata, yg terpenting bukan di mana kita berada, tetapi ke mana hati kita terarah.

Kolose 3:1-2 (TB)

1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi

Yang diminta bukanlah kehidupan yang sempurna, tetapi hati yang senanriasa tertuju kepadaNya. 

(Ibrani 12:2)  

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 

Memang tidak ada manusia yang tanpa berbuat dosa & kesalahan.
Semua sama saja.  Bedanya, ada yang hatinya sungguh² mencari Dia.

(Ibrani 11:6)  

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh² mencari Dia. 

Yang lain hanya suka membawa dirinya ke tempat² ibadah supaya di lihat orang saja.

(Yesaya 1:12-15)

Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? 
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. 
Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan², Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 
Perayaan² bulan barumu & pertemuan² mu yang tetap, 
Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, 
Aku telah payah menanggungnya. 
Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, 
Aku tidak akan mendengarkannya

Mari hidup kita Fokus kepada Tuhan & FirmanNya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI