APA YANG BISA MEMBUAT SESEORANG ITU BISA BAHAGIA?

(Pengkhotbah 2:24-26) 

Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah. 
Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? 
Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan & kesukaan, 
tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Jadi jawabannya adalah "Orang yang "dikenan" Nya

(Lukas 2:14)

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan DAMAI SEJAHTERA di bumi di antara MANUSIA YANG BERKENAN kepadaNya." 

*YA BENAR..!!!

Sebab jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari jerman, tidak akan menabrakkan dirinya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan minum Alkohol & obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di Televisi.

Ternyata, bahagia atau tidak bahagianya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidup orang tersebut.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah karena karunia dari Tuhan yaitu "KUASA UNTUK MENIKMATI"

(Pengkhotbah 5:17-19) 

Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan ber-senang² dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, 
yang di karuniakan Allah kepadanya sebab itulah bahagiannya. 
Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan KUASA UNTUK MENIKMATINYA untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itu pun karunia Allah.
Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya. 

(Pengkhotbah 6:1-2)

Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: 
orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu TIDAK DIKARUNIAI KUASA OLEH ALLAH UNTUK MENIKMATINYA, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. 

Menikmati yang ada, kemudian terus mensyukuri semua yang sudah dimilikinya inilah Sumber KEBAHAGIAAN.

"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang² kaya akan membeli kebahagiaan itu dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."

"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada."
Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu

Yang kita perlukan adalah HIDUP YANG BERKENAN PADA TUHAN dengan menjaga HATI yang BERSIH dan TULUS IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa mengalami KEBAHAGIAAN itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."

KEBAHAGlAAN itu milik "Orang-orang yang tahu BERSYUKUR"

" JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YANG KAMU MILIKI SAAT INI..."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG DIMAKSUD CERDIK & TULUS ?

KITA DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI JEJAK-NYA

ALASANNYA TUHAN MENGAJAR KITA LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI